Selasa, 18 Oktober 2011
ORACLE 10g
•Scalability :
kemampuan di eskalasi ketingkat yg lebih tinggi (kemudahan upgrade engine tanpa menganggu data)
•Reliability :
handal
•Single development model :
memiliki tool pengembangan aplikasi sendiri
•Common skillsets :
kemudahan penguasaan teknologi
•Unified management :
database managemen yg terpadu
•One vendor :
keseragaman orientasi atas product
Relational dan Object Relational Database Management System
•Relational model :
kemampuan menghubungkan satu tabel dengan tabel lainnya
•Object relational model :
kemampuan menghubungkan data dalam tabel dengan data dalam tabel yang lain
•User-defined data types and objects :
kemampuan menyimpan data dengan definisi dari pemakai
•Memiliki kompatibilitas dengan konsep relational database
•Support multimedia dan object yang besar (kuantitas besar)
•Memiliki fitur database dengan kualitas tinggi
Menulis Perintah SQL
•Perintah SQL tidak case sensitive
•Perintah SQL dapat terdiri dari satu atau lebih baris
•Key word tidak boleh di singkat atau diputus ke baris berikutnya
•Clause ditulisnya di baris yg berbeda (agar mudah membacanya dapat menggunakan indent seperti jika menyusun paragrap)
•Perintah SQL diakhiri dengan tanda semicolon. Dan semicolons hrs ditulis ketika mau eksekusi lebih dari satu sql
•Di dalam sql plus setiap sql statement hrs diakhiri dgn semicolon
Kamis, 07 Juli 2011
PENGERTIAN TRIGGER
Trigger merupakan sekumpulan perintah atau sintaks yang akan secara otomatis dijalankan jika terjadi operasi tertentu dalam tabel atau view. Trigger digunakan untuk memanggil satu atau beberapa perintah SQL secara otomatis sebelum atau sesudah terjadi proses INSERT, UPDATE atau DELETE dari suatu tabel. atau dengan kata lain, trigger artinya kode SQL yang dikerjakan oleh DBMS ketika suatu kejadian terjadi.n dalam hal ini jika perintah INSERT, UPDATE, atau DELETE dijalankan di DBMS.Sebagai contoh misalnya kita ingin menyimpan id pelanggan secara otomatis ke tabel ‘log’ sebelum menghapus data di tabel pelanggan. Ataupun kita akan Secara otomatis merekam semua aktivitas MySQL yang gagal membuat Record Baru yang diakibatkan terputusnya Koneksi.
2. FUNGSI TRIGGER
2. FUNGSI TRIGGER
TRIGGER DIGUNAKAN UNTUK:
· Melakukan update data otomatis jika terjadi perubahan. Contohnya adalah dalam sistem penjualan, jika dientri barang baru maka stock akan bertambah secara otomatis.
· Trigger dapat digunakan untuk mengimplementasikan suatu sistem log. Setiap terjadi perubahan, secara otomatis akan menyimpan ke tabel log.
· Trigger dapat digunakan untuk melakukan validasi dan verifikasi data sebelum data tersebut disimpan.
3. MACAM-MACAM TRIGGER
MACAM-MACAM TRIGGER YAITU :
*Application trigger : diaktifkan pada saat terjadi event yang berhubungan dengan
sebuah aplikasi.
sebuah aplikasi.
*Database trigger : diaktifkan pada saat terjadi event yang berhubungan dengan data (seperti operasi DML) atau event yang berhubungan dengan sistem (semisal logon atau shutdown) yang terjadi pada sebuah skema atau database.
4. TIPE TRIGGER TIPE
TRIGGER DIBAGI MENJADI 2, YAITU :
*Statement : trigger dijalankan sekali saja pada saat terjadi sebuah event. Statement trigger juga dijalankan sekali, meskipun tidak ada satupun baris yang
dipengaruhi oleh event yang terjadi.
dipengaruhi oleh event yang terjadi.
*Row : trigger dijalankan pada setiap baris yang dipengaruhi oleh terjadinya sebuah event. Row trigger tidak dijalankan jika event dari trigger tidak berpengaruh pada
satu baris pun.
satu baris pun.
Trigger body mendefinisikan tindakan yang perlu dikerjakan pada saat terjadinya
event yang mengakibatkan sebuah trigger menjadi aktif.
event yang mengakibatkan sebuah trigger menjadi aktif.
5. KAPAN TRIGGER DI BUTUHKAN :
*Membentuk sebuah aksi tertentu terhadap suatu event
*Memusatkan operasi global.
6. KOMPONEN-KOMPONEN PENULISAN SINTAK PADA TRIGGER :
*Trigger timing : Trigger timing adalah waktu kapan trigger diaktifkan
a. Untuk tabel : BEFORE, AFTER
b. Untuk view : INSTEAD OF
* Trigger event : INSERT, UPDATE atau DELETE
* Nama tabel : yaitu nama tabel atau view yang berhubungan dengan trigger
* Tipe trigger : Baris atau Pernyataan (statement)
* Klausa WHEN : untuk kondisi pembatasan
* Trigger body : bagian prosedur yang dituliskan pada trigger
7. TIMING PADA TRIGGER :
* BEFORE : trigger dijalankan sebelum DML event pada tabel
* AFTER : trigger dijalankan setelah DML event pada tabel
* INSTEAD OF : trigger dijalankan pada sebuah view.
*Trigger timing : Trigger timing adalah waktu kapan trigger diaktifkan
a. Untuk tabel : BEFORE, AFTER
b. Untuk view : INSTEAD OF
* Trigger event : INSERT, UPDATE atau DELETE
* Nama tabel : yaitu nama tabel atau view yang berhubungan dengan trigger
* Tipe trigger : Baris atau Pernyataan (statement)
* Klausa WHEN : untuk kondisi pembatasan
* Trigger body : bagian prosedur yang dituliskan pada trigger
7. TIMING PADA TRIGGER :
* BEFORE : trigger dijalankan sebelum DML event pada tabel
* AFTER : trigger dijalankan setelah DML event pada tabel
* INSTEAD OF : trigger dijalankan pada sebuah view.
- Aturan Penulisa Trigger
CREATE TRIGGER (nama_trigger) ON [ ( table) | view) ]
[WITH ENCRYPTION]
[FOR | AFTER | INSERTED OF] { [INSERT] [,] [UPDATE]}
[WITH APPEND] [NOT FOR REPLICATION]
AS <pertanyaan SQL>
Sabtu, 18 Juni 2011
Selasa, 14 Juni 2011
Sabtu, 30 April 2011
Heii Kamu jangan kau bersedih
Heii kamu jangan kau menangis
Heii kamu Hidup ini indah
Heii kamu harusnya BERSYUKUR
Kamu Cantik Bila tersenyum
Kamu cantik Bila tertawa
Kamu cantik Luar dan Dalam, Bersyukurlah padaNya
Heii kamu apa kabar papa
Heii kamu apa kabar mama
Mereka orang tua hebat bisa punya kamu
Kamu cantik Bila tersenyum
Kamu cantik bila tertawa
Kamu cantik Luar dan Dalam, Bersyukurlah padaNya
Jumat, 22 April 2011
;;
Subscribe to:
Postingan (Atom)





























